anda disini: Limbah elektronika

Limbah elektronika

  1. Mengolah emas dari limbah elektronik ( e-waste )

Emas seringkali digunakan untuk melapisi bagian-bagian tertentu dari komponen elektronika seperti prosesor, finger, konektor, relay dan lain sebagainya. Beberapa komponen yang disebutkan diatas beberapa bagiannya memang harus terbuat dari emas karena hanya emaslah yang mampu menghantarkan arus listrik nyaris tanpa hambatan atau disebut juga zero resistensi.
Hal inilah yang mendorong orang melakukan recovery emas dari limbah elektronik ( ewaste ) Bahkan seperti yang diulas detikINET, Selasa 22/5/2007 , tiap ton-nya mengandung emas 17 kali lebih banyak dari bijih emas dan 40 kali lebih banyak mengandung tembaga dibanding bijih tembaga. Dalam laporan tersebut, sekitar 20 sampai 50 juta ton sampah elektronik memenuhi tempat pembuangan akhir di seluruh dunia setiap tahunnya. Sebagian besar sampah berasal dari pengguna yang meng-upgrade komputer dan peralatan rumah elektronik lain. Sebab lain tentunya, barang-barang elektronik tadi seiring lamanya pemakaian dapat mengalami kerusakan atau keausan.
Namun selain emas, limbah elektronik mengandung sekitar 100 material, yang sebagian besar dikategorikan sebagai bahan beracun dan berbahaya ( B3 ), karena mengandung unsur berbahaya dan beracun seperti logam berat ( merkuri, timbal, kromium, kadmiun, arsenik dan sebagainya ), PVC dan brominated flame-reterdants.
Banyak cara untuk mengambil kembali ( recovery )  emas yang terdapat pada komponen tersebut. Di antaranya dengan amalgamasi, Aqua Regia, Chlorinasi, dan Bombing.
Metode mengolah emas BOMBING dikenalkan pada awal tahun 1970-an, sebuah untuk metode mengkilatkan logam emas dengan proses kimia yang kemudian dikenal secara luas sebagai 'bombing'.  Dalam sebuah Simposium di Santa Fe tahun 1990, Normandeau menggambarkan proses dalam beberapa detail mengenai metode ini.

Pada proses recovery dengan metoda BOMBING terdiri dari dua tahap penting ekstraksi, yaitu proses pelarutan dan proses pemisahan emas dari larutannya.

Proses pelarutan menggunakan  lixiviants  ( leaching agen ) Sianida sehingga disebut Leaching Sianida. Leaching Sianida adalah proses pelarutan selektif oleh sianida dimana hanya logam-logam tertentu yang dapat larut, misalnya Au, Ag, Cu, Zn, Cd, Co dan lain-lain.  

Persamaan reaksi yang umum digunakan untuk pemisahan emas dalam larutan alkali sianida adalah :
2Au + 4CN- + ?O2 + H2O → 2[Au(CN)2]- + 2OH-

Mekanisme reaksi ini adalah mekanisme elektrokimia. Hidrogen peroksida dan telah dideteksi dalam larutan sianida di mana emas telah terpisah secara cepat, dan observasi ini menunjukkan bahwa beberapa emas kemungkinan terpisah melalui sepasang reaksi yang melibatkan pembentukan pertama hidrogen peroksida.


2Au + 4CN- + O2 + H2O → 2[Au(CN)2]- + 2OH- + H2O2
Lalu hidrogen peroksida bereaksi dengan beberapa emas dan sianida.
2Au + 4CN- + H2O2 → 2[Au(CN)2]- + 2OH-


Efek ketika saat H2O2 di tuang dalam proses pelarutan sebagai oksidan menimbulkan reaksi mirip bom yang dijatuhkan dari udara, dari reaksi inilah proses ini dikenal dengan istilah BOMBING
Hanya univalen emas yang diperoleh dalam larutan sianida, sehingga pemisahan oksigen pada tekanan atmosfer tidak dapat mengoksidasinya. Oksigen dari udara adalah agen pengoksidasi untuk memisahkan emas dalam suatu larutan sianida.
Sedangkan pada proses pemisahan emas dari larutannya menggunakan metode presipitation ( precipitation recovery ) yaitu pengendapan dengan menggunakan presipitan. Presipitan yang digunakan adalah zink, yang menggantikan emas dalam larutan sianida melalui suatu reaksi :


2[Au(CN)2]- + Zn → 2Au + [Zn(CN)4]2-


Presipitan lain yang dipakai adalah aluminium, yang lebih sederhana daripada zink dan meregenerasi sianida secara langsung :


2[Au(CN)2]- + 3OH- + Al → 3Au + 6CN- + Al(OH)3


Setelah emas dipisahkan dari larutan sianida dan dari residunya, langkah selanjutnya adalah memurnikan emas sambil menyimpan larutan untuk dipakai kembali.


  1. Mengolah perak dari limbah film ( klise dan fixer )

Dalam limbah film terkandung perak yang memiliki prospek yang baik jika didaur ulang. Hal ini dimungkinkan karena dalam setiap proses pencucian film negatif, ( baik di studio foto, repro film percetakan, maupun rontgen ) terjadi pelarutan lapisan perak dari film negatif tersebut. Dan dengan tehnik tertentu, air cucian film ( fixer ) tersebut dapat diolah untuk diambil peraknya  ( silver recovery ) yang terlarut di dalamnya.
Selain klise dan fixer, perak juga terdapat pada contactor / breaker, plastik papan keyboard, baterai kancing, dll.

  1. Mengolah Platinum dari limbah elektronik

Selain emas dan perak, logam lain yang dapat didaur ulang di antaranya timah, tembaga, bahkan platina. Platina dapat ditemukan di beberapa komponen antara lain : cakram harddisc, thermocouple, peralatan medis, dll.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

WWW.JAYAMINERAL.COM MENGGUNAKAN NOMOR TELEPON (Whatsapp) , EMAIL DAN REKENING BANK HANYA YANG TERCANTUM DI WEBSITE INI, SELAIN ITU BUKAN TANGGUNG JAWAB KAMI..TERIMA KASIH